Minggu, 05 Agustus 2012

Pengaruh Air Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau


Karena bingung mau nulis tentang apa, tiba-tiba aku ingat pas masih kelas 12 MA disuruh membuat penelitian tentang kacang hijau. Dari pada pusing mikir mau nulis apa , mending aku post saja laporan ini. Tentunya bermanfaat bagi yang lagi browsing cari laporan di internet kemudian di copas (buka aib nih..hehe ^_^)...sok dibaca..

I.                   Maksud Dan Tujuan

·         Membuktikan bahwa air merupakan faktor penting untuk pertumbuhan kacang hijau
·         Mengamati secara langsung proses pertumbuhan dan perkecambahan kacang hijau.
·         Menemukan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan dan mengetahui faktor yang mempengaruhi biji kacang hijau untuk berkecambah.
II.                Dasar Teori

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang bersifat permanent (tetap) dan tidak dapat balik ( Irrevisible), sedangkan perkembangan adalah proses perubahan dalam bentuk.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kooh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis.
Pertumbuhan dan Perkembagan Awal
Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan calondaun (calon akar).
Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan planula ( yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan Makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, yang disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Didekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon.
Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air, biji tidak dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.


Perkecambahan
Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula.

Tahapan perkecambahan
Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis).
Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk kedalam kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa.
Awal perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma. Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis
.
Air
      Air adalah unsur penting dalam pertumbuhan, karena tidak mungkin tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air. Fungsi air bagi tumbuhan adalah sebagai berikut:
a.       Fotosintesis
b.      Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis .
c.       Sebagai Pelarut inti sel dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
d.      Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada di dalam tanah.
e.       Berperan dalam metabolisme sel.
III.             Alat dan Bahan
1.      2 buah pot
2.      Pasir secukupnya (media Tanam)
3.      Lima biji kacang hijau
4.      Air
5.      Penggaris

IV.             Langkah Kerja
1.      Ambillah biji kacang hijau dengan kondisi yang baik.
2.      Isilah pot A dan pot B dengan pasir yang sama keadaannya.
3.      Tanami setiap pot dengan lima biji kacang hijau.
4.      Siramlah pot A dengan air dan pot B jangan disiram.
5.      Letakkan kedua pot di tempat yang terkena cahaya langsung.
6.      Amati dan ukurlah tinggi kecambah kacang hijau setiap hari selama tujuh hari kemudian hasilnya ditulis di tabel yang telah dibuat. 
V.                Hasil Pengamatan
Tabel 1 Pot A ( Disiram)

Hari
Tinggi Biji (cm)
1
2
3
4
5

1
2
3
4
5
6
7

-
-
0,5
3,5
4,5
7
9,5

-
-
0,3
1,2
3,1
5,5
7

-
-
0,6
2
5,5
7.8
9

-
-
-
0,7
1,5
3
5

-
0,6
2
3,5
6.5
9
11

Tabel 2 Pot B ( Tidak Disiram)

Hari
Tinggi Biji (cm)
1
2
3
4
5

1
2
3
4
5
6
7

-
-
-
-
-
-




-
-
-
-
-



-
-
-
-
-



-
-
-
-
-

-
-
-
-
-
-

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar